Duh ane baru sempet ngepost lanjutan dari
TCP/IP yang lewat ini gan, karena kesibukan IRL gan, padahal udah ada di draft -_- langsung aja deh dari pada banyak cincong, cekidout :D
Protokol-Protokol TCP/IP (
Lanjutan)
• Transport Layer
Merupakan layer komunikasi data yang mengatur aliran data antara dua host, untuk keperluan aplikasi di atasnya.
ada 2 buah protokol pada layer ini, yaitu:
– TCP (Transmission Control Protocol)
Merupakan protokol yang menyediakan service yang dikenal sebagai:
• Connection oriented,
Sebelum terjadi pertukaran data dua aplikasi pengguna TCP harus Handshake
• Reliable,
TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan retransmisi.
• Byte stream service,
Berarti paket dikirimkan dan sampai ke tujuan secara berurutan.
– UDP (User Datagram Protocol)
Merupakan protokol sederhana, yang bersifat connectionless, non sequencing dan acknowledgement. Selain itu juga merupakan protokol yang bekerja pada transport layer untuk digunakan bersama dengan protokol IP di network layer.
• Application Layer
Format Datagram IP
Version Header Length Type of Service Total Length of Diagram
Identification Flags Fragment Offset
Time To Live Protokol Header Checksum
Source IP Address
Destination IP Address
Options
Strict Source Routing, Loose Source Routing
Data
• Version, berisi versi dari IP yang dipakai
• Header Length, berisi panjang dari header paket IP ini dalam hitungan 32 bit word
• Type of service, berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara penanganan paket IP ini.
• Total Length of Datagram, panjang IP datagram total dalam ukuran byte.
• Identification, Flag dan Fragment Offset, berisi beberapa data yang berhubungan dengan fragmentasi paket.
• Time to Live, berisi jumlah router/hop maksimal yang boleh dilewati paket IP.
• Protocol, mengandung data yang mengidentifikasikan protokol layer atas pengguna isi data dari paket IP.
• Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari seluruh field dari header paket IP.
• IP Address penerima dan pengirim, berisi alamat pengirim dan penerima paket.
• Strict Source Route, berisi daftar lengkap IP Address dari router yang harus dilalui oleh paket ke host tujuan.
• Loose Source Route, paket yang dikirimkan harus singgah di beberapa router yang telah ditentukan.
ICMP
• ICMP (Internet Control Message Protocol), bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus
Beberapa pesan kesalahan ICMP, yaitu:
• Destination Unreachable, Pesan yang dihasilkan oleh router jika paket gagal dikrim akibat putus jalur.
• Network Unreachable, jaringan tujuan tidak dapat dihubungi
• Host Unreachable, host tujuan tidak dapat dihubungi
• Protokol At Destination Unreachable, Protokol tidak tersedia
• Port is Unreachable, port tidak tersedia
• Destination Network is Unknown, jaringan tujuan tidak dikenal
• Destination Host is Unknown, host tujuan tidak dikenal
• Time Exceeded ,waktu koneksi habis / tidak dapat melanjutkan koneksi
• Parameter Problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktet dimana kesalahan terdeteksi.
• Source quench, yang terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena pembatasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
• Redirect, memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram tersebut
Beberapa ICMP Query Message, yaitu:
• Echo request dan Echo reply message, bertujuan memeriksa apakah sistem tujuan dalam keadaan aktif.
• TimeStamp dan TimeStamp Reply, menghasilkan informasi waktu yang diperlukan sistem tujuan untuk memproses suatu paket.
• Address Mask, untuk mengetahui berapa netmask yang harus digunakan oleh host dalam suatu network
Internet Layer (ARP)
ARP (Address Resolution Protocol), digunakan untuk keperluan pemetaan IP address dengan ethernet address.
ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi IP address yang ingin diketahui alamat ethernetnya ke alamat broadcast ethernet.
IP Versi 4
• IP Address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan.
• Format IP Address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik.
• Format IP Address dapat berupa biner
(xxxxxxxx . xxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxx) atau berupa bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik (dotted decimal)
(xxx . xxx . xxx . xxx)
Format IP Address
• IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik disetiap 8 bitnya.
• Tiap 8 bit ini disebut dengan oktet.
• Bentuk dari IP address adalah sebagai berikut :
xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx
10000100 . 01011100 . 01111001 . 00000001
132 . 92 . 121 . 1 Dotted Decimal Notation
Network ID dan Host ID
• Pembagian kelas-kelas IP berdasarkan pada dua hal : Network ID dan host ID dari suatu IP.
• Network ID adalah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjuk jaringan tempat komputer ini berada.
• Host ID adalah bagian dari IP Address yang digunakan untuk menunjuk workstation, server, router dan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut.
Pembagian IP Address
Dikenal dua cara pembagian IP address:
– Classfull Addressing
– Classless Addressing
Classfull Addressing
• Merupakan metode pembagian IP berdasarkan kelas dimana IP Address dibagi menjadi 5 kelas
– Kelas A
– Kelas B
– Kelas C
– Kelas D
– Kelas E
Kelas A
• Format : 0nnnnnn . hhhhhhhh . hhhhhhhh . hhhhhhhh
• Bit Pertama : 0
• Panjang NetID : 8 bit
• Panjang HostID : 24 Bit
• Byte Pertama : 0-127
• Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
• Range IP : 1. xxx . xxx . xxx sampai 126 . xxx . xxx . xxx
• Jumlah IP : 16.777.214 IP Address disetiap kelas A
• Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Kelas B
• Format : 10nnnnn . hhhhhhhh . hhhhhhhh . hhhhhhhh
• Bit Pertama : 10
• Panjang NetID : 16 bit
• Panjang HostID : 16 Bit
• Byte Pertama : 128-191
• Jumlah : 16.384 Kelas B
• Range IP : 128 . 0 . xxx . xxx sampai 191 . 155 . xxx . xxx
• Jumlah IP : 65.532 IP Address di setiap kelas B
• Dekripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang
Kelas C
• Format : 110nnnn . hhhhhhhh . hhhhhhhh . hhhhhhhh
• Bit Pertama : 110
• Panjang NetID : 24 bit
• Panjang HostID : 8 Bit
• Byte Pertama : 192-223
• Jumlah : 2.097.152 Kelas C
• Range IP : 192 . xxx . xxx . xxx sampai 223 . 255 . 255 . xxx
• Jumlah IP : 254 IP Address disetiap kelas C
• Dekripsi : Diberikan untuk jaringan berukuran kecil
Kelas D
• Format : 1110nnn . hhhhhhhh . hhhhhhhh . hhhhhhhh
• Bit Pertama : 1110
• Bit Multicast : 28 bit
• Byte Inisial : 224-247
• Dekripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP Multicast
Kelas E
• Format : 1111rrrr . rrrrrrrr . rrrrrrrr . rrrrrrrr
• Bit Pertama : 1111
• Bit Cadangan : 28 bit
• Bit Inisial : 248-255
• Dekripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan ekperimen.
Classless Addressing
• Merupakan metode pengalamatan tanpa kelas, yakni dengan mengalokasikan IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR).
Pengalokasian IP
• Proses memilih Network ID dan Host ID yang tepat untuk suatu jaringan.
• IP Address terdiri dari 2 bagian, yaitu
– Network ID
Menunjuk nomor network
– Host ID
Mengindentifikasi host dalam satu network
Beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan :
• Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan, karena merupakan default yang digunakan untuk keperluan menunjuk dirinya sendiri (loop-back).
• Host ID tidak boleh diset 1 (ex. 126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota pada jaringan.
• Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 0 (ex. 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjuk suatu host.
• Host ID harus unik dalam suatu network. Dalam suatu network tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama.
Aturan lain :
• 0/8 : 0.0.0.1 s/d 0.255.255.254
Host/net : 16.777.214
• 10/8 : 10.0.0.1 s/d 10.255.255.254
Host/net : 16.777.214
• 127/8 : 127.0.0.1 s/d 127.255.255.254
Host/net : 16.777.214
• 169.254/16 : 169.254.0.1 s/d 169.255.255.254
Host/net : 65.534
• 172.16/12 : 172.16.0.1 s/d 172.31.255.254
Host/net : 1.048.574 (Private Internet)
• 192.0.2/24 : 192.0.2.1 s/d 192.0.2.254
Host/net : 254
• 192.168/16 : 192.168.0.1 s/d 192.168.255.254
Host/net :65534
• Semua space dari klas D dan E dapat digunakan untuk IP Address Local Area Network, karena IP ini tidak digunakan di internet.
nah sekian dari penjelasan yang ane tau gan,, semoga bermanfaat bagi kita semua.. :)